contoh teks sejarah terbentuknya yayasan perguruan sultan iskandar muda

    teks sejarah "terbentuknya yayasan perguruan sultan iskandar muda"

Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda merupakan sekolah multikultural yang didirikan pada tanggal 25 Agustus 1987. Pembentukan sekolah ini diawali dengan diskriminasi yang didapatkan Sofyan Tan semasa kuliah. Pada saat itu Sofyan mendapatkan perlakuan tidak adil dari dosennya, Sofyan tak kunjung lulus dari mata kuliah tentang mata karena ketidaksukaan sang dosen terhadap etnis Tionghoa karena bermata sipit. Sofyan harus menjalani mata kuliah tersebut selama tiga tahun agar dapat lulus. Hal itulah yang membuat Sofyan Tan bertekad untuk membentuk sebuah sekolah yang berasaskan pembauran yaitu menerima semua murid dari etnis, suku, agama dan tingkat ekonomi apapun.
   
     Setelah lulus kuliah Sofyan mencoba untuk merealisasikan mimpinya, Pada awalnya banyak orang yang pesimis Sofyan dapat melakukannya karena untuk membentuk sebuah sekolah membutuhkan dana yang cukup besar. Namun hal tersebut tak menipiskan tekad Sofyan. Sofyan atas izinnya istrinya menjual perhiasan yang dimiliki istrinya dari hadiah pernikahan dan meminjam uang dari bank untuk membangun sebuah sekolah. Ahkirnya Sofyan dengan uang yang terbatas berhasil membeli sebidang tanah seluas 1500m² yang berlokasi di Sunggal,Kota Medan yang akan menjadi tempat dibangunnya sekolah tersebut.

     Selanjutnya tepat di bulan April 1988 sudah terbangun 11 ruang kelas yang siap untuk digunakan untuk kegiatan belajar mengajar dan administrasi namun belum memiliki fasilitas lain seperti; perpustakaan, laboratorium maupun ruang komputer Pada tahun ajaran  pertama Yayasan Perguruan Sultan iskandar Muda hanya memiliki 171 siswa yang berasal dari daerah setempat dan pada umumnya mereka merupakan siswa yang berasal dari keluarga yang kurang mampu, dengan jumlah tenaga pengajar sebanyak 15 orang.

     Sepuluh tahun sejak sekolah tersebut berdiri utang yang dipinjam untuk pembangunan sekolah tersebut belum juga dapat dilunasi dikarenakan , maka Sofyan Tan berinisiatif mendatangi sejumlah pengusaha dan pejabat negara yang dikenalnya, mencari dukungan agar sekolahnya yang menyekolahkan anak-anak miskin bisa bertahan. Sofyan juga membuat gerakan orangtua asuh untuk mengetuk dermawan agar memberi santunan biaya sekolah untuk siswa miskin di sekolahnya. Beberapa NGO Internasional yang sejalan dengan visi dan misi sekolahnya diajak bekerjasama seperti Caritas Switzerland dan Pan Eco Foundation. Mereka memberikan bantuan untuk pembangunan dan pengembangan infrastruktur dan fasilitas di sekolah tersebut.

     Hingga ditahun kedua puluh lima setelah berdirinya sekolah tersebut barulah seluruh utang untuk pembangunan sekolah bisa dilunasi dan Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda telah memiliki gedung berlantai empat dengan banyak fasilitas seperti; laboratorium bahasa yang dilengkapi dengan 68 unit tape recorder dan headseat yang digunakan untuk kegiatan belajar bahasa inggris, mandarin dan jepang, laboratorimium komputer, ruang musik, perpustakaan dengan jumlah buku lebih dari 10.000 buku dan laboratorium IPA seperti; fisika, kimia, dan biologi yang dilengkapi dengan alat alat praktikum yang lengkap, yang pada saat itu diresmikan oleh ketua tim Olimpiade Fisika Indonesia yaitu Yohanes Surya. Sekolah juga telah memiliki siswa sebanyak 2.200 siswa dan 600 diantaranya merupakan anak asuh yang terdiri dari berbagai suku serta tenaga pengajar sebanyak 126 guru dan pegawai lulusan DIII, S1 dan S2.

     Rasa diskriminasi yang dialami Sofyan Tan yang disikapi dengan hati yang bersih memberikan dampak yang positif bagi pendidikan di Indonesia. Pendidikan multikultural yang dicetuskan oleh Sofyan Tan dan yang diajarkan di Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda serta yang telah direalisasikan oleh setiap siswa membuat sekolah tersebut menerima banyak penghargaan seperti ; Anugrah Peduli Pendidikan Indonesia, MAARIF AWARD  serta penghargaan lain pada tahun 2014.















                                   

Komentar

Postingan populer dari blog ini

contoh teks editorial mengenai bahaya narkoba